Beberapa cara boleh kita amalkan untuk mengobati hati yang terluka. Keberkesanannya bergantung kepada diri anda, namun berikut adalah cara yang sering dikongsia oleh pakar.
1. Latih Pikiran Melupakan Kenangan Pahit
Sepertinya gampang dilaksanakan, tapi perlu diaplikasi berterusan. Mengaku saja anda sering merasa sedih sebab banyak kali mengingat kenangan pahit atau selalu kembali ke memori silam yang lalu, betul ga? Kita terkena cut connection feeling kita dengan emosi yang lalu.
Mulai hari ini, bertekad untuk melupakan semua itu, selupa mungkin, Kosongkan ! Bulatkan niat untuk fokus kepada masa depan anda, cita-cita, keluarga, kerjaan, keuangan, pendidikan dan teman-teman. Anda takkan dapat melupakan kesemua memori pahit sekaligus, tapi lakukan step by step dengan mengalihkan perhatian anda kepada hal lain. Proses ini mengambil waktu , tapi ia boleh dipercepatkan dengan mendisiplin diri.
2. Buang Sikap Risau
Ada dua kesan dari sikap risau ini, pertama ia menarik nasib tak baik, masalah dan musibah – tanpa anda pinta.
Kedua, memberi kesan buruk pada kesehatan anda dari sisi fisik dan mental.
Risau membuat anda selalu menjadi sedih dan kecewa. Untuk membuang sikap risau, belajar untuk bertenang dan latih diri anda mengawal emosi.
3. Belajar Rajin Bersyukur
Ucap syukur atas kesemua yang anda ada, apa saja! Misalnya, ucap syukur karena Anda masih ada, anda dapat melihat dan menarik nafas tiap kali bangun tidur, anda ada teman rapat yang memahami anda dan anda mempunyai handphone kesayangan anda. Ucap syukur seikhlas hati, sebanyak yang mungkin, seikhlas mungkin hingga rasa syukur tu meresap jauh ke dalam diri. lakukan sebanyak mungkin dalam sehari.
4. Belajar Menjadi Pemaaf
Sikap pemaaf dapat membersihkan hati dari perasaan negatif dan emosi-emosi negatif. Seterusnya, meneutralkan gelombang fikiran negatif yang melekat bersarang di pikiran. Ketahuilah, Kita selalu bersedih dan kecewa kerana anda tidak memaafkan kesalahan diri kita di masa lalu ataupun kita tidak memaafkan kesalahan orang lain tehadap diri kita ketika dulu. Belajar menjadi pemaaf dan menghapus semua ini lalu menarik ketenangan datang pada diri kita.
5. Ketawa, ketawa dan terus ketawa
Ketawa bukan dibuat-buat, tapi biar ketawa yang benar-benar menggembirakan anda serta menjadikan anda girang. Tonton video yang lucu, baca cerita yang lucu, dekatkan diri anda dengan teman-teman yang lucu serta cari “funny side” dalam setiap situasi; agar anda bisa ketawa secara otomatis. Ketawa dapat menghilangkan sedih. Buat apa kecewa sedangkan anda bisa ketawa? Come on…
6. Ubah Fikiran
Kita tak boleh merubah situasi yang boleh membuat kita kecewa, sedih dan murung. Tapi, kita boleh merubah fikiran kita dan apa yang kita fikirkan tentang situasi-situasi tersebut walau seburuk manapun ia. Rahasianya, cari sinar matahari dibalik mendungnya awan.
Walaupun perkara tidak berpihak kepada anda, cari cara bagaimana anda bisa berjumpa nilai-nilai positif di dalamnya.
Fikir yang baik-baik saja, karena ia memberi keuntungan jangka panjang.
Rezeki anda murah dan segala yang baik-baik datang sendiri pada anda. Anda menjadi apa yang anda selalu fikirkan. Buat apa fikir yang buruk sedangkan anda bisa tarik semua yang baik-baik?
Fikir yang buruk, Anda dapat yang buruk jawabnya. Ini hukum alam dinamakan hukum sebab dan akibat.
7. Hati Mesti ‘Keras’
Bukan keras sembarangan, maksudnya kekerasan hati, kesabaran yang tinggi, pandai mengawal emosi dan menerima hakikat dengan hati terbuka. Allah menurunkan musibah, permasalahan dan macam-macam lagi bukan sekadar dugaan, tapi balasan pada perbuatan-perbuatan anda di masa lalu. Buat baik, dibalas baik, begitu juga sebaliknya.
Coba ingat kembali kejahatan kecil yang anda lakukan pada orang lain, mungkin ada walau anda tak sadar. Itulah perlunya kita bersikap baik dan berfikir yang baik-baik pada semua orang, benda, perkara, situasi dan keadaan. Sebelum tidur, atur pikiran untuk jadi ceria pada keesokan harinya.
Lafalkan dengan nada berbisik. Relaks, jangan terlalu mendesak diri.
Selepas bangun tidur, katakan pada diri ini adalah hari yang baru untuk Anda.
Tekadkan diri untuk menjadikan hari yang baru tu hari yang baik, sungguh baik, sebaik yang mungkin dari hari yang sebelumnya.
8. Mohon Bantuan/ Pertolongan
Pada hakekatnya kita sebagai manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan pertolongan dari individu lainnya, janganlah pernah kita merasa sombong akan apa yang kita miliki namun sadarlah bahwasanya kita hanya sementara didunia ini. Ceritakanlah apa yang menjadi kesusahanmu kepada orang yang anda percayai, karna Allah selalu membantu hambanya bukan dari tangannya sendiri melainkan melalui orang yang ada disekitar anda yang Dia kehendaki, jangan lupa dengan memohon pertolongan berarti anda sudah berusaha untuk bercerita tentang kesusahan anda dan apabila ada sudah bercerita maka anda sudah berbagi dengan Dia. ( Anto Dharsono SH, MSi )
9. Memberikan Penghargaan
Pada dasarnya semua manusia suka akan pujian, jadi pandai-pandailah kita menjadi orang yang senang memberikan kata pujian atas penghargaan kepada orang yang telah berjasa memberikan sesuatu yang positif yang menjadi bagian karakter pribadi kita, seperti seorang guru yang telah memberikan pengetahuannya dan pemahamannya kepada kita; Pantaslah kita memberikan apresiasi rasa ucapan terimakasih dan pujian kepada sang guru. Penghargaan yang paling murah yang dapat kita lakukan dan kita berikan kepada orang lain adalah senyuman. Dengan rajin memberikan sebuah penghargaan kepada orang lain maka orang lainpun takkan pernah berat untuk memberikan sebuah penghargaan, baik sebuah senyuman, pujian bahkan sesuatu yang sama sekali tidak kita harapkan, dengan begitu niscaya hati kita akan terasa tentram. ( Anto Dharsono SH, MSi )

1. Latih Pikiran Melupakan Kenangan Pahit
Sepertinya gampang dilaksanakan, tapi perlu diaplikasi berterusan. Mengaku saja anda sering merasa sedih sebab banyak kali mengingat kenangan pahit atau selalu kembali ke memori silam yang lalu, betul ga? Kita terkena cut connection feeling kita dengan emosi yang lalu.
Mulai hari ini, bertekad untuk melupakan semua itu, selupa mungkin, Kosongkan ! Bulatkan niat untuk fokus kepada masa depan anda, cita-cita, keluarga, kerjaan, keuangan, pendidikan dan teman-teman. Anda takkan dapat melupakan kesemua memori pahit sekaligus, tapi lakukan step by step dengan mengalihkan perhatian anda kepada hal lain. Proses ini mengambil waktu , tapi ia boleh dipercepatkan dengan mendisiplin diri.
2. Buang Sikap Risau
Ada dua kesan dari sikap risau ini, pertama ia menarik nasib tak baik, masalah dan musibah – tanpa anda pinta.
Kedua, memberi kesan buruk pada kesehatan anda dari sisi fisik dan mental.
Risau membuat anda selalu menjadi sedih dan kecewa. Untuk membuang sikap risau, belajar untuk bertenang dan latih diri anda mengawal emosi.
3. Belajar Rajin Bersyukur
Ucap syukur atas kesemua yang anda ada, apa saja! Misalnya, ucap syukur karena Anda masih ada, anda dapat melihat dan menarik nafas tiap kali bangun tidur, anda ada teman rapat yang memahami anda dan anda mempunyai handphone kesayangan anda. Ucap syukur seikhlas hati, sebanyak yang mungkin, seikhlas mungkin hingga rasa syukur tu meresap jauh ke dalam diri. lakukan sebanyak mungkin dalam sehari.
4. Belajar Menjadi Pemaaf
Sikap pemaaf dapat membersihkan hati dari perasaan negatif dan emosi-emosi negatif. Seterusnya, meneutralkan gelombang fikiran negatif yang melekat bersarang di pikiran. Ketahuilah, Kita selalu bersedih dan kecewa kerana anda tidak memaafkan kesalahan diri kita di masa lalu ataupun kita tidak memaafkan kesalahan orang lain tehadap diri kita ketika dulu. Belajar menjadi pemaaf dan menghapus semua ini lalu menarik ketenangan datang pada diri kita.
5. Ketawa, ketawa dan terus ketawa
Ketawa bukan dibuat-buat, tapi biar ketawa yang benar-benar menggembirakan anda serta menjadikan anda girang. Tonton video yang lucu, baca cerita yang lucu, dekatkan diri anda dengan teman-teman yang lucu serta cari “funny side” dalam setiap situasi; agar anda bisa ketawa secara otomatis. Ketawa dapat menghilangkan sedih. Buat apa kecewa sedangkan anda bisa ketawa? Come on…
6. Ubah Fikiran
Kita tak boleh merubah situasi yang boleh membuat kita kecewa, sedih dan murung. Tapi, kita boleh merubah fikiran kita dan apa yang kita fikirkan tentang situasi-situasi tersebut walau seburuk manapun ia. Rahasianya, cari sinar matahari dibalik mendungnya awan.
Walaupun perkara tidak berpihak kepada anda, cari cara bagaimana anda bisa berjumpa nilai-nilai positif di dalamnya.
Fikir yang baik-baik saja, karena ia memberi keuntungan jangka panjang.
Rezeki anda murah dan segala yang baik-baik datang sendiri pada anda. Anda menjadi apa yang anda selalu fikirkan. Buat apa fikir yang buruk sedangkan anda bisa tarik semua yang baik-baik?
Fikir yang buruk, Anda dapat yang buruk jawabnya. Ini hukum alam dinamakan hukum sebab dan akibat.
7. Hati Mesti ‘Keras’
Bukan keras sembarangan, maksudnya kekerasan hati, kesabaran yang tinggi, pandai mengawal emosi dan menerima hakikat dengan hati terbuka. Allah menurunkan musibah, permasalahan dan macam-macam lagi bukan sekadar dugaan, tapi balasan pada perbuatan-perbuatan anda di masa lalu. Buat baik, dibalas baik, begitu juga sebaliknya.
Coba ingat kembali kejahatan kecil yang anda lakukan pada orang lain, mungkin ada walau anda tak sadar. Itulah perlunya kita bersikap baik dan berfikir yang baik-baik pada semua orang, benda, perkara, situasi dan keadaan. Sebelum tidur, atur pikiran untuk jadi ceria pada keesokan harinya.
Lafalkan dengan nada berbisik. Relaks, jangan terlalu mendesak diri.
Selepas bangun tidur, katakan pada diri ini adalah hari yang baru untuk Anda.
Tekadkan diri untuk menjadikan hari yang baru tu hari yang baik, sungguh baik, sebaik yang mungkin dari hari yang sebelumnya.
8. Mohon Bantuan/ Pertolongan
Pada hakekatnya kita sebagai manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan pertolongan dari individu lainnya, janganlah pernah kita merasa sombong akan apa yang kita miliki namun sadarlah bahwasanya kita hanya sementara didunia ini. Ceritakanlah apa yang menjadi kesusahanmu kepada orang yang anda percayai, karna Allah selalu membantu hambanya bukan dari tangannya sendiri melainkan melalui orang yang ada disekitar anda yang Dia kehendaki, jangan lupa dengan memohon pertolongan berarti anda sudah berusaha untuk bercerita tentang kesusahan anda dan apabila ada sudah bercerita maka anda sudah berbagi dengan Dia. ( Anto Dharsono SH, MSi )
9. Memberikan Penghargaan
Pada dasarnya semua manusia suka akan pujian, jadi pandai-pandailah kita menjadi orang yang senang memberikan kata pujian atas penghargaan kepada orang yang telah berjasa memberikan sesuatu yang positif yang menjadi bagian karakter pribadi kita, seperti seorang guru yang telah memberikan pengetahuannya dan pemahamannya kepada kita; Pantaslah kita memberikan apresiasi rasa ucapan terimakasih dan pujian kepada sang guru. Penghargaan yang paling murah yang dapat kita lakukan dan kita berikan kepada orang lain adalah senyuman. Dengan rajin memberikan sebuah penghargaan kepada orang lain maka orang lainpun takkan pernah berat untuk memberikan sebuah penghargaan, baik sebuah senyuman, pujian bahkan sesuatu yang sama sekali tidak kita harapkan, dengan begitu niscaya hati kita akan terasa tentram. ( Anto Dharsono SH, MSi )
0 komentar:
Posting Komentar