access point 1 memancarkan gelombang radio ke access point 2, dan access point 2 menangkap dan memancarkan lagi ke area yang dapat dicapai oleh access point 2. sehingga area yang awalnya tidak tercapai oleh access point pertama sekarang dapat tercapai.
sekilas fungsi wds sendiri dapat dikatakan sama dengan fungsi wireless repeater yaitu melanjutkan sinyal wifi ke area lain sehingga cakupannya bertambah luas.... namun yang membedakan antara wireless repeater dengan wds ialah... ketika ap diset menjadi wireless repeater maka port kabel jaringan pada access point akan berubah menjadi status disabled. dimana pada wds port jaringan kabel tetap dapat digunakan selagi menangkap dan memancarkan wifi.
Untuk gambar dibawah ini, biasanya digunakan untuk memperluas area jaringan wifi tanpa sistem wds (menggunakan kabel). access point 1 mendapatkan internet dari port wan, disebarkan via wifi di area access point 1. Lalu untuk memperluas kita hubungkan dengan menggunakan kabel lan ke access point 2 (dimasukkan ke port wan-nya access point 2) sehingga access point 2 sekarang mendapatkan koneksi internet dan dapat disebarkan via wifi / kabel di area yang dicakupi ap ke 2.
terlihat bukan perbedaannya? dimana dalam sistem wds tidak membutuhkan lagi kabel. Tetapi kita harus menset kedua access point tersebut dengan channel yang sama, metode enkripsi / keyword yang sama.
oiya, metode wds memiliki kelemahan throughput yang dapat dilalui antar jaringan biasanya hanya setengahnya dari total throughput keseluruhan dikarenakan access point tersebut bekerja 2x (mengirim dan menerima paket apabila ada request dari klien 1 ke klien lain atau ke internet).
dan 1 lagi... koneksi antar client yang terhubung apabila dalam keadaan wds, menggunakan mac address sebagai target tujuan. bukan berdasarkan ip address.


0 komentar:
Posting Komentar